12 Jam Lebih dengan Lebih 12 Mapel
Bangun tidur aku menghirup oksigen, sebuah unsur kimia. Kemudian sarapan dengan menggunakan sistem pencernaan. Lalu mandi supaya bersih sambil berolahraga. Kemudian memakai pakaian yang menutup aurat sesuai perintah agama. Setelah itu mengendarai sepeda motor ke simpang Segayam menggunakan hukum fisika. Lalu menunggu taksi menuju Timbangan. Kemudian naik Carry menuju Desa Meranjat Ilir. Sebagai makhluk sosial, sesampai di sana bertemu dengan keluarga. Lalu naik mobil menuju jalan tol dari Kayu Agung, sebuah infrastruktur dari pemerintah. Sebelum ke jalan tol, kami mampir ke minimarket untuk membeli makanan, terjadilah proses jual beli. Kemudian aku makan keripik kentang, yang merupakan olahan dari bahan nabati sambil minum kopi siap saji. Saat di tengah perjalanan, kami memutuskan untuk mampir ke tempat peristirahatan untuk makan siang, lalu kami melanjutkan perjalanan. Saat di jalan, untuk menghibur diri, kami mendengarkan musik dangdut dan pop sambil bersendau gurau. Di tengah perjalanan, hujan deras pun turun, tetapi hanya sebentar. Di jalan, aku mengetik perjalanan ini dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kemudian kami mampir ke tempat peristirahatan lagi dan melanjutkan perjalanan lagi. Agar tahu arah, kami menggunakan geografi dan informatika, yaitu aplikasi Maps di ponsel. Sebagai warganegara yang taat terhadap peraturan dan perundang-undangan, kami melewati gerbang tol untuk membayar. Akhirnya, kami sampai di rumah saudara kami. Perjalananku ini menjadi catatan sejarah penting bagiku, karena ini adalah pertama kalinya aku ke Lampung.
Komentar
Posting Komentar